Astaxanthin merupakan antioksidan poten yang termasuk dalam senyawa karotenoid yang sebagian besar dihasilkan dari mikroalga hijau Haematococ-cuspluvialis. Astaxanthin bermanfaat bagi kesehatan kulit sebagai agen antipenuaan dini, tetapi memiliki keterbatasan dalam penghantaran melalui kulit. Astaxanthin dapat diformulasikan dalam pembawa lipid berstruktur nano (Nanostructured Lipid Carrier/ NLC) untuk meningkatkan khasiatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi stabilitas dan efektivitas antipenuaan astaxanthin (ASX-NLC) dengan pembawa kombinasi cetil palmitat dan minyak kedelai pada beberapa rasio 100:0, 90:10, 80:20, dan 70:30.
ASX-NLC disintesis menggunakan teknik homogenisasi geser tinggi. ASX-NLC dikarakterisasi dan dievaluasi stabilitasnya setelah penyimpanan selama 90 hari. Pelepasan Astaxanthin ditetapkan dengan menggunakan kantong dialisis selama 8 jam, sementara itu efektivitas antipenuaan dini ASX-NLC dievaluasi dengan mengevaluasi kepadatan kolagen dan jumlah fibroblas pada tikus yang diinduksi penuaan kulitnya dengan paparan sinar UV selama 28 hari.
Setelah penyimpanan, semua ASX-NLC tidak mengalami perubahan signifikan baik organoleptik, pH, dan ukuran partikel, namun, parameter lain yaitu: indeks polidispersitas, viskositas, dan efisiensi penjerapan mengalami perubahan signifikan dalam beberapa formula. Uji pelepasan menunjukkan bahwa F4 (70:30) memberikan pelepasan kumulatif tertinggi dan berbeda secara signifikan dari F1 (100:0). Kepadatan kolagen kelompok yang diberi ASX-NLC F3 (80:20) dan F4 (70:30) meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol UVB, sedangkan jumlah fibroblas tidak berbeda secara signifikan di semua kelompok. Secara keseluruhan, ASX-NLC yang mengandung cetylpalmitate dan minyak kedelai dengan rasio 80:20 dan 70:30 dapat meningkatkan efek antipenuaan astaxanthin yang lebih baik.
Secara lengkap hasil penelitian ini dapat dibaca pada artikel dengan judul: Stability and Antiaging Effectiveness Studies of Astaxanthin-Loaded Nanostructured Lipid Carriers Using a Combination of Cetyl Palmitate and Soybean Oil, yang terbit di Science and Technology Indonesia, Science and Technology Indonesiae-ISSN:2580-4391p-ISSN:2580-4405Vol. 10, No. 2, April 2025
Link:
Penelitian dilakukan oleh: Dzakiya Zhihrotulwida, Widji Soeratri, Tristiana Erawati, Noorma Rosita





