Menulis skripsi dalam bahasa Inggris menjadi tantangan besar bagi mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia. Selain harus menguasai isi penelitian, mereka juga dituntut untuk menyampaikan argumen dan struktur akademik dengan bahasa asing yang belum sepenuhnya dikuasai. Dalam konteks ini, penggunaan dua Bahasa, bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu dan bahasa Inggris sebagai bahasa target, menjadi strategi penting yang membantu mahasiswa memahami konsep kompleks dan menyusun tulisan yang koheren.
Sebuah studi kualitatif terbaru dari kami menyoroti bagaimana seorang dosen senior menggunakan strategi translanguaging, yaitu peralihan fleksibel antara dua bahasa, dalam sesi bimbingan skripsi daring. Dengan melibatkan dua mahasiswa yang sedang menulis skripsi, peneliti merekam dua sesi bimbingan daring melalui Microsoft Teams dan mewawancarai dosennya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan dua bahasa secara strategis dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap umpan balik akademik serta memperbaiki kualitas tulisan mereka.
Tiga jenis umpan balik yang diberikan dosen dalam bimbingan daring meliputi umpan balik lisan, tulisan, dan gabungan keduanya. Yang menarik, dosen tidak hanya menggunakan bahasa Inggris untuk memberi contoh atau koreksi, tetapi juga menggunakan bahasa Indonesia untuk menjelaskan konsep yang rumit, memberi motivasi, dan membangun hubungan yang suportif. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membantu mahasiswa memahami isi umpan balik serta menerapkannya dalam revisi skripsi mereka.
Misalnya, ketika seorang mahasiswa mengalami kesulitan menyusun pertanyaan penelitian yang tepat, dosen membantu dengan menjelaskan perbedaan antara “Canva sebagai media pembelajaran” dan “Canva sebagai alat bantu membuat media”. Penjelasan ini disampaikan dalam campuran bahasa Indonesia dan Inggris, mempermudah mahasiswa memahami istilah akademik sekaligus konteks lokalnya.
Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa dalam pembelajaran bahasa asing, penggunaan bahasa ibu bukanlah kelemahan, melainkan sumber daya penting. Translanguaging tidak sekadar menerjemahkan, melainkan membantu mahasiswa membangun makna, mengembangkan struktur argumen, dan mengenali gaya bahasa akademik dalam bahasa Inggris. Bahkan, strategi ini menciptakan ruang yang lebih inklusif, di mana mahasiswa merasa lebih percaya diri untuk mengekspresikan gagasannya.
Dalam era pembelajaran daring, di mana interaksi tatap muka terbatas, penggunaan translanguaging terbukti menjadi jembatan efektif dalam bimbingan skripsi. Studi ini mendorong para pendidik untuk lebih terbuka terhadap pendekatan bilingual, tidak hanya sebagai alat bantu komunikasi, tetapi sebagai strategi pedagogis untuk meningkatkan literasi akademik mahasiswa.
Penulis: Lutfi Ashar Mauludin, S.Pd., M.A., M.Pd.
Informasi detail dari artikel ini dapat dibaca lebih lengkap pada publikasi ilmiah berikut :
Paradita, L. I., Rizka, H., Murtafi檃h, B., Mauludin, L. A., & Prasetyo, G. (2025). Bilingual feedback and translanguaging in online EFL mentoring: mediating academic writing for undergraduate theses. Cogent Education, 12(1).
To link to this article





