51动漫

51动漫 Official Website

Suntikan Gula 5% Bisa Redakan Nyeri Setelah Operasi Saraf Tangan: Harapan Baru Bagi Pasien Carpal Tunnel

Ilustrasi suntik steroid. (Sumber: merdekacom)

Pernahkah Anda mendengar tentang sindrom carpal tunnel? Ini adalah kondisi medis akibat penjepitan saraf di pergelangan tangan, yang menyebabkan rasa kesemutan, nyeri, atau kelemahan pada tangan攖erutama di jari-jari bagian ibu jari hingga jari tengah. Salah satu pengobatan yang cukup umum adalah operasi pelepasan saraf median. Namun, ternyata tidak semua pasien merasa lebih baik setelah operasi. Sebagian justru mengalami nyeri berkepanjangan yang dikenal sebagai Chronic Postoperative Pain (CPOP).

Salah satu kasus menarik datang dari seorang pasien wanita berusia 46 tahun yang mengalami nyeri hebat di kedua tangannya, terutama tangan kanan, bahkan setelah menjalani operasi carpal tunnel. Nyerinya terasa seperti kejutan listrik, makin parah di malam hari, dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti memasak dan menulis. Ia sudah mencoba fisioterapi dan obat-obatan, tapi hasilnya nihil.

Namun, titik terang muncul setelah pasien mendapatkan Perineural Injection Therapy (PIT), yaitu terapi suntikan gula (dextrose) 5% langsung di sekitar jalur saraf yang bermasalah. Terapi ini dilakukan tiga kali dengan jarak empat minggu antar sesi. Hasilnya? Luar biasa. Skala nyeri yang sebelumnya mencapai 8 dari 10, turun drastis menjadi 2 dari 10. Fungsi tangan juga membaik, pasien bisa kembali menulis dan menggunakan ponsel dengan nyaman.

Mengapa terapi ini efektif? Kandungan gula dalam dextrose dipercaya mampu mengurangi peradangan saraf secara langsung. Zat ini bekerja dengan menekan zat-zat pemicu nyeri di saraf dan memperbaiki aliran darah di area tersebut. Teknik ini bahkan tidak memerlukan panduan alat canggih seperti USG, meski penggunaan USG bisa membuat penyuntikan lebih tepat sasaran.

Penelitian lain mendukung hasil ini. Lebih dari 80% pasien yang sebelumnya tidak membaik setelah operasi ternyata menunjukkan kemajuan setelah disuntik dextrose. Selain aman, terapi ini juga tidak menunjukkan efek samping yang berarti. Pasien merasa nyaman dan tidak ada keluhan serius pasca tindakan.

Terapi PIT ini memberikan harapan baru bagi mereka yang menderita nyeri kronis setelah operasi saraf tangan. Meskipun tidak semua kasus memerlukan terapi ini, PIT bisa menjadi pilihan jika pengobatan standar tidak memberikan hasil. Dengan tindakan yang minim risiko, murah, dan tidak memerlukan rawat inap, PIT layak dipertimbangkan oleh dokter dan pasien.

Sebagai penutup, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis sebelum mencoba metode pengobatan baru. Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh agar terapi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi pasien. Namun yang pasti, kisah sukses dari terapi suntikan gula ini membuka pintu harapan bagi penderita nyeri saraf yang selama ini belum menemukan solusi.

Penulis: Devi Ariani Sudibyo, dr.,Sp.S

诲辞颈:听

AKSES CEPAT