51

51 Official Website

Terapi Probiotik Oral Untuk Memperbaiki Disbiosis Mikrobiota Pada Terapi Psoriasis: Suatu Studi Literatur

Psoriasis merupakan suatu penyakit kulit kronis yang ditandai dengan kulit merah, bersisik, dan gatal. Lebih dari 2% populasi dunia dilaporkan menderita Psoriasis. Penyebab psoriasis hingga saat ini belum diketahui secara pasti, tetapi melibatkan interaksi antara faktor genetik  dan pengaruh faktor lain seperti trauma, infeksi, obat-obatan, dan psikologis.

Penelitian terbaru menghubungkan timbulnya dan perburukan psoriasis dengan ketidakseimbangan flora normal pada saluran cerna. Pasien dengan psoriasis dilaporkan mengalami perubahan komposisi mikrobiota usus yakni berupa penurunan mikrobiota komensal dan peningkatan mikrobiota patogen beserta produk metabolitnya di saluran cerna.

Belum diketahui apakah Psoriasis merupakan penyebab atau hasil dari ketidakseimbangan mikrobiota di saluran cerna.  Gangguan keseimbangan mikrobiota atau disbiosis pada saluran cerna diketahui berperan dalam terjadinya psoriasis. Mikrobiota komensal yang baik menghasilkan metabolit asam lemak rantai pendek yang mengatur keseimbangan sistem imun. Peningkatan bakteri Firmicutes dan penurunan bakteri Bacteriodes dilaporkan pada saluran cerna pasien psoriasis. Selain itu, didapatkan penurunan produksi asam amino Butirat yang dapat menyebabkan peradangan pada usus. Peradangan terus menerus tersebut akhirnya menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran cerna. Pada kondisi tersebut, berbagai toksin, sel radang dan metabolit radang didalam saluran cerna kemudian masuk ke aliran sistemik, termasuk ke kulit.

Suplementasi probiotik diharapkan dapat mengembalikan keseimbangan mikrobiom saluran cerna yang sebelumnya terganggu pada psoriasis. Sesuai dengan proses yang terjadi, terapi probiotik yang berisi mikrobiota dan metabolitnya diharapkan dapat memperbaiki keseimbangan mikrobiota saluran cerna sehingga menekan kuman patogen, mempertahankan keutuhan lapisan saluran cerna, dan menjaga keseimbangan imunitas pada saluran cerna. Lapisan saluran cerna yang baik dapat mengurangi kebocoran toksin dan metabolit radang sehingga menekan peradangan pada psoriasis.

Probiotik oral yang umum digunakan mengandung Lactobacilli dan Bifidobacterium yang juga merupakan mikrobiota pada saluran cerna manusia. Probiotik oral juga dapat menurunkan tingkat keasaman, meningkatkan ketahanan lapisan saluran cerna, serta menghasilkan zat bakteriosin yang menekan pertumbuhan mikrobiota yang tidak baik. Belum banyak penelitian yang menguji efektivitas suplementasi probiotik untuk psoriasis. Penelitian dan laporan kasus yang ada mendukung penambahan probiotik oral sebagai terapi tambahan yang efektif untuk mempercepat kesembuhan lesi kulit psoriasis.  Hingga saat ini, belum ada panduan dosis probiotik oral yang tepat untuk psoriasis. Dosis yang disarankan adalah 1010 untuk dewasa  dan 105 untuk anak-anak selama 8-12 minggu. Dosis antara 5×108 hingga 5×109 memberikan efek pengaturan imun yang optimum.

Probiotik oral telah lama digunakan untuk terapi diare, baik pada dewasa maupun anak-anak dan diketahui memiliki profil yang sangat aman, serta efek samping minimal. Sebagian besar efek samping hanya berupa gangguan saluran cerna ringan. Probiotik oral juga diketahui aman untuk diberikan pada anak-anak maupun ibu hamil. Sebagai kesimpulan, suplementasi probiotik oral aman dan efektif untuk diberikan sebagai terapi tambahan pada pasien psoriasis.

Penulis : dr.Tessa Thendria

Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://www.jpad.com.pk/index.php/jpad/article/view/2253

Role of oral probiotics to ameliorate gut microbiota dysbiosis in psoriasis therapy: A literature review

Tessa Thendria, Menul Ayu Umborowati, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Damayanti, Sylvia Anggraeni, Felix Hartanto, Azalia Aprinda Bahat

AKSES CEPAT