Herpes zoster (HZ) disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella zoster yang terdapat pada ganglion sensorik. Peningkatan kasus HZ dilaporkan pada negara Brazil, Turki, dan Spanyol pada masa pandemi COVID-19. Hal tersebut mendukung kemungkinan hubungan antara HZ dan COVID-19.
Sebuah laporan kasus membahas mengenai seorang anak berusia 4 tahun dengan penyakit herpes zoster dan COVID-19 tanpa gejala. Pasien datang ke klinik dengan keluhan adanya plentingan berwarna kemerahan pada area dada dan punggung bagian kanan sejak 1 hari sebelumnya, tanpa rasa gatal, nyeri, dan keluhan demam. Pasien memiliki riiwayat cacar air saat berusia 1 tahun dan tidak mendapatkan imunisasi cacar sebelumnya. Riwayat penyakit sistemik disangkal oleh keluarga. Pasien memiliki kontak dengan pasien COVID-19 3 minggu sebelumnya. Pemeriksaan fisik dan laboratorium mendukung diagnosa pasien dengan Herpes zoster dan COVID-19 tanpa gejala. Pasien mendapatkan pengobatan sesuai dengan penyakit Herpes zoster. Observasi hari ketujuh menunjukkan progres penyakit yang membaik, tidak didapatkan plentingan baru pada pasien dan plentingan lama sudah menjadi keropeng.
Laporan kasus mengenai Herpes zoster pada anak dengan COVID-19 masih sedikit. Pada usia anak-anak, hanya dua kasus HZ yang terjadi empat hingga lima hari setelah COVID-19 tanpa gejala yang telah dilaporkan. Herpes zoster pada pasien COVID-19 memiliki onset antara 2 hari sebelum hingga 10 minggu setelah gejala COVID-19, dengan rata-rata 17 hari setelah timbulnya gejala.
Terdapat beberapa faktor risiko HZ, diantaranya adalah riwayat keluarga dengan HZ, usia yang lebih tua, perempuan, status kekebalan tubuh yang terganggu, trauma, tekanan psikologis, penyakit autoimun, dan riwayat tidak vaksin cacar. Laporan kasus ini menunjukkan 2 faktor risiko HZ, yaitu perempuan dan riwayat tidak mendapatkan vaksinasi cacar. Laporan kasus ini juga menunjukkan bahwa COVID-19 juga dapat berkontribusi dalam reaktivasi virus Varicella Zoster pada pasien anak imunokompeten. Poin penting dari laporan kasus ini, yaitu dokter perlu mempertimbangkan kemungkinan infeksi COVID-19 tanpa gejala pada pasien Herpes zoster dalam masa pandemi ini.
Penulis : Prof. Dr. dr. Cita Rosita S. P., Sp.DVE, Subsp D.A.I., FINSDV, FAADV, MARS, dr. Novianti Rizky Reza, Sp.DVE, dan dr. Firas Farisi Alkaff
Informasi detail dari laporan ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
https://ejpd.com/index.php/journal/article/view/2355
Reza N.R., Prakoeswa C.R.S., Alkaff F.F. 2022. Herpes zoster following COVID-19 asymptomatic infection in children. Eur. J. Pediat. Dermatol. 32 (2):101-4. 10.26326/2281-9649.32.2.2355.





