51动漫

51动漫 Official Website

Tingginya Risiko Penyakit Kardiovaskular dan Profil Atherogenic Index of Plasma pada Petugas Kepolisian

Foto oleh Medical News Today

Petugas kepolisian dikenal dengan shift kerja lapangan, stres psikologis, dan aktivitas fisik berkepanjangan yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular (PKV). Jam kerjayang lama mengganggu ritme sirkadian, meningkatkan kortisol. Peningkatan kronis hormon kortisol yang menyebabkan hipertensi, gangguan remodeling vaskular, peningkatan TG, dan resistensi insulin yang merupakan faktor risiko untuk PKV. Selain itu, stres psikologis menyebabkan stres oksidatif yang menyebabkan kerusakan endotel pembuluh darah. Selanjutnya, stres juga meningkat saraf simpatis, melepaskan hormon katekolamin, meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, dan respon sitokin inflamasi yang menyebabkan PKV.  Studi ini bertujuan untuk menentukan perbedaan faktor risiko PKV dan profil Atherogenic Index of Plasma (AIP) sebagai prediktor kejadian jantung antara petugas polisi dan warga sipil di negara berkembang sebagai evaluasi dan tindakan pencegahan strategis untuk PKV.

Metode yang digunakan dengan 978 peserta terdaftar sebagai subjek dalam penelitian cross-sectional ini. Data yang digunakan diperoleh selama pemeriksaan kesehatan menggunakan pemeriksaan fisik dan laboratorium yang lengkap meliputi tekanan darah, massa tubuh indeks (BMI), trigliserida (TG), kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C), kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL-C), kolesterol total, gula darah puasa, dan AIP antara 2019 dan 2020 di Polres Bhayangkara RSUD Surabaya.

Hasil studi didapatkan 978 peserta, terdiri dari 489 polisi dan 489 warga sipil. Para peserta didominasi laki-laki dengan usia rata-rata 45,95 卤 7,42. Hampir setengah dari peserta muncul dalam kelompok prehipertensi. Lebih dari 70% peserta kelebihan berat badan dan obesitas dengan rerata IMT 26,34 卤 3,86. Risiko tinggi terutama ditemukan dengan kolesterol total tinggi, LDL tinggi, HDL rendah, dan skor AIP. Sebaliknya, mayoritas peserta memiliki glukosa darah puasa normal dan TG normal. Sebagai perbandingan antara polisi dan kelompok sipil, kelompok polisi didominasi laki-laki sedangkan perempuan dominan di kelompok sipil. Ada perbedaan yang signifikan dalam darah sistolik dan diastolik tekanan darah, TG, LDL, kolesterol total, glukosa darah puasa, dan AIP. Polisi cenderung memiliki hasil yang lebih tinggi dalam faktor-faktor signifikan tersebut dibandingkan dengan kelompok sipil. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam BMI dan HDL-C antara polisi dan kelompok sipil.

Pada studi ini terdapat perbedaan bermakna tekanan darah sistolik, trigliserida, kolesterol total, glukosa darah puasa, dan AIP antara polisi dan kelompok sipil, dengan yang terakhir menunjukkan kecenderungan lebih tinggi. Penelitian ini memiliki ukuran sampel yang relatif kecil. Kebiasaan merokok, faktor stres, dan riwayat lengkap penyakit subjek tidak tercatat. Selanjutnya, pengujian seperti elektrokardiogram, ekokardiografi, atau skor kalsium CT-A dapat memberikan informasi berharga lebih lanjut.

Risiko PKV ditemukan pada kedua kelompok. Namun demikian, petugas polisi memiliki AIP dan PKV keseluruhan yang lebih tinggi risiko dibandingkan dengan warga sipil, menciptakan kebutuhan untuk strategi pencegahan PKV agresif dalam populasi. Intervensi dini diperlukan untuk pencegahan CVD.

Penulis :  Meity Ardiana,Primasitha Maharany Harsoyo, Hanestya Oky Hermawan, Inna Maya Sufiyah, Dwika Rasyid Firmanda, Saskia Ratna Desita, Annisya Dinda Paramitha, Arisvia Sukma Hariftyani, Farah Aisha Shabrina, Fita Triastuti

Link : 

AKSES CEPAT