51动漫

51动漫 Official Website

Toksisitas Sublethal Insektisida Organoklorin Endosulfan terhadap Nilai Kadar Gula Darah dan Tingkat Kelulushidupan Benih Ikan Nila

Foto oleh WATTAgNet

Ikan nila mempunyai bentuk tubuh compress, dengan sisik berbentuk cycloid Ikan nila mempunyai Organum visus (mata) dengan adanya retina yang berwarna hitam gelap dengan bentuk yang bulat menonjol, tepi mata ikan nila berwarna abu-abu. Sedangkan untuk operkulum mempunyai warna putih yang kehijauan. Dorsal fin (sirip punggung) yang dimiliki ikan nila bertekstur keras serta memiliki garis yang berwarna hitam keabu-abuan. Sedangkan untuk Pectoral fin (sirip dada) yang dimiliki ikan nila berwarna hitam keabu-abuan agak terang. Ventral fin (sirip perut) dari ikan nila mempunyai warna hitam keabua-abuan namun agak terang. Anal fin (Sirip anal) dari ikan nila ditandai dengan warna hitam gelap dan mempunyai tekstur yang keras. Untuk Caudal fin (Sirip ekor) pada ikan nila ditadai dengan adanya garis yang melintang dengan ujungnya yang berwarna merah kemerahan. Kemudian untuk Squama (sisik) memiliki garis yang berwarna hitam keabuan. Dilanjutkan dengan Abdomen (perut) ikan nila yan ditekan maka akan terasa keras.

Ikan nila memiliki bentuk menyerupai ikan kakap, namun memiliki karakteristik yang berbeda dimana linea lateralis yang terpotong 2 bagian. Bagian depan sirip punggung mempunyai duri yang keras dan bagian belakangnya didominasi dengan duri yang lunak atau Soft ray. Ikan nila (O. niloticus) merupakan ikan endemik yang berasal dari Afrika, namun telah diperkenalkan diberbagai belahan dunia untuk kegiatan akuakultur. Saat ini ikan nila sudah tersebar luas di negara-negara dengan perairan tropis dan subtropis. Habitat ikan nila berada pada perairan tawarmisalnya saja sungai, rawa-rawa, waduk, dan juga danau. Tidak hanya itu, maka ikan nila juga dapat hidup dengan baik pada perairan payau bahkan pada perairan laut karena memiliki toleransi pada salinitas yang cukup tinggi. Ikan nila merah dapat tumbuh optimal dengan kadar oksigen terlarut ideal minimal 5,00 ppm, kecerahan 25-40 cm dari permukaan air, kisaran pH 7,00-8,00, salinitas <25 ppt dan nilai alkalinitas berkisar antara 30 ppm hingga 500 ppm. Ikan nila memiliki batasan hidup pada suhu yang optimal sebesar 25-32 掳C dengan pH yang optimal sebesar 6,5-9,0.

Ikan nila merupakan golongan dari ikan yang memakan segalanya (Omnivora), dengan mengkonsumsi plankton (fitoplankton dan zooplankton), detritus, algae, serta tumbuhan air. Kebiasaan makan ikan nila tergantung dari bukan mulut dan kemampuan pencernaan di dalam usus. Ikan ini, termasuk kedalam ikan yang omnivora namun lebih cenderung ke herbivora akibatnya ikan nila dapat dengan mudah beradaptasi dengan pakan yang terdapat campuran bahan sumber nabati. Ikan ini akan tumbuh baik apabila pakan yang diberikan mengandung kadar protein yang tinggi yakni antara 25-35%. Ikan nila dapat bertahan hidup dialam dengan mencari makanan berupa hewan dan tumbuhan yang ada disekitar perairan tempat ikan nila hidup, misalnya saja plankton atau bahkan berbagai macam tumbuhan sehingga ikan nila sering disebut sebagai gulma air. Tidak hanya itu, ikan nila mudah dibudidayakan karena pertumbuhannya yang cepat dan tahan terhadap serangan penyakit.

Pestisida merupakan zat atau campuran zat yang berbeda dalam sifat fisik, kimia dan identik dari satu ke yang lain. Pestisida merupakan suatu bahan kimia atau zat yang mempunyai sifat bioaktif serta merupakan salah satu zat racun yang mengandung berbahaya dalam penggunaannya, baik berbahaya terhadap lingkungan, hewan, bahkan manusia. Pestisida digolongkan berdasarkan mode masuk, fungsi pestisida dalam membasmi hama atau organisme, dan komposisi atau kandungan bahan kimia yang terdapat pada pestisida.

Pestisida adalah istilah umum yang mencirikan beberapa kelas insektisida, herbisida, fungisida, rodentikida, pengawet kayu, bahan kimia kebun serta disinfektan rumah tangga yang digunakan untuk membunuh atau melindungi dari hama. Salah satu penggolongan pestisida berdasarkan fungsinya dalam membasmi hama atau organisme yaitu insektisida. Insektisida mempunyai fungsi untuk membunuh serangga dan arthropoda lainnya, dalam hal ini insektisida mempunyai satu target hama yang berupa serangga dan arthropoda. Insektisida berfungsi sebagai agen untuk mengendalikan serangga.

Penulis: Endang Dewi Mashitah

Department of Marine, Faculty of Fisheries and Marine, 51动漫, Mulyorejo Street, Surabaya 60115, Indonesia

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Sublethal Toxicity Insecticide Organochlorine Endosulfan on The Value of Blood Sugar Levels and The Level of Life in Tilapia (Oreochromis niloticus) Seeds

AKSES CEPAT