Gangguan tidur merupakan salah satu masalah kesehatan global yang semakin mendapat perhatian dalam dua dekade terakhir. Di antara berbagai gangguan tidur, obstructive sleep apnea (OSA) dan bruxism termasuk yang paling sering ditemukan dan memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat. OSA terjadi ketika saluran napas atas menyempit saat tidur, menyebabkan henti napas berulang dan tidur yang tidak berkualitas. Sementara itu, bruxism (kebiasaan menggesekan gigi saat tidur) dapat mengakibatkan kerusakan gigi, nyeri rahang, dan gangguan sendi temporomandibular. Kedua kondisi ini tidak hanya memengaruhi kualitas tidur, tetapi juga berhubungan erat dengan penyakit kardiovaskular, gangguan metabolik, masalah psikologis, hingga penurunan produktivitas harian.
Dokter gigi berperan penting dalam deteksi dini OSA melalui pemeriksaan anatomi kraniofasial dan identifikasi faktor risiko, serta dalam penanganan terapi menggunakan alat intraoral. Peran klinisi menjadi semakin relevan karena sebagian besar tanda dan gejala awal gangguan ini dapat tampak pada rongga mulut, sehingga dokter gigi memiliki posisi strategis dalam sistem rujukan dan kolaborasi multidisiplin.

Asia, sebagai benua dengan populasi terbesar di dunia, menunjukkan peningkatan kejadian gangguan tidur yang sangat signifikan. Perubahan gaya hidup, urbanisasi, peningkatan prevalensi obesitas, serta kesadaran masyarakat yang semakin tinggi menjadi pemicu bertambahnya kasus OSA maupun bruxism. Selain itu, karakteristik anatomi tertentu pada populasi Asia seperti ukuran rahang yang relatif kecil dan morfologi wajah yang berbeda dibandingkan populasi Barat menjadikan penelitian lokal semakin penting untuk memahami variasi faktor risiko. Kondisi ini menuntut peningkatan penelitian yang relevan, komprehensif, dan sesuai dengan kebutuhan populasi di kawasan Asia.
Oleh karena itu, artikel ini disusun untuk menganalisis tren penelitian sleep dentistry di Asia selama hampir empat dekade terakhir. Analisis ini mencakup jumlah publikasi tahunan, kontribusi negara-negara utama, jejaring kolaborasi antarpeneliti, serta topik-topik yang paling sering diteliti. Pemahaman menyeluruh mengenai perkembangan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang posisi Asia dalam perkembangan global sleep dentistry, sekaligus menjadi dasar untuk menyusun strategi penelitian dan pelayanan klinis yang lebih baik di masa mendatang.
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik, yaitu metode kuantitatif untuk menganalisis publikasi ilmiah dalam bidang tertentu. Data dikumpulkan melalui pencarian di database Scopus, salah satu pangkalan data publikasi ilmiah terbesar di dunia. Artikel yang dicari adalah yang berhubungan dengan kata kunci œsleep, œdentistry, dan œAsia, tanpa batasan bahasa, dari awal hingga April 2025. Penelitian ini hanya memasukkan artikel penelitian dan ulasan yang diterbitkan di jurnal peer-reviewed. Surat, editorial, dan abstrak konferensi tidak disertakan. Dua ahli melakukan proses seleksi dan memastikan hanya artikel yang sesuai yang dianalisis. Untuk membantu visualisasi data dan pemetaan jaringan kolaborasi, digunakan perangkat lunak VOSviewer dan paket Bibliometrix dalam R. Analisis dilakukan terhadap tren jumlah publikasi per tahun, pola kolaborasi antar negara dan institusi, kata kunci yang sering muncul, serta penulis dan institusi paling produktif.
Simpulan
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa sleep dentistry di Asia berkembang pesat, baik dari sisi jumlah penelitian maupun kolaborasi. Analisis bibliometrik membantu mengidentifikasi peneliti, institusi, dan tema riset utama, sekaligus memetakan peluang pengembangan riset di masa depan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan, memperkuat jejaring riset, dan menentukan arah pengembangan penelitian sleep dentistry di Asia, sehingga upaya penanggulangan gangguan tidur yang terkait kesehatan gigi dan mulut dapat lebih optimal di masa mendatang.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Hasan F, Sujarwadi M, Yuliana LT, Winoto ER, Chusida A, Setia Budi H. Trends in sleep dentistry research in Asia: A bibliometric analysis. F1000Res. 2025 Aug 21;14:489. doi: 10.12688/f1000research.164414.2. PMID: 40822872; PMCID: PMC12355164.





