51

51 Official Website

Wiyu Fresh Garden Oleh BBK 7 UNAIR Untuk Mendukung SDG 4 & 9

UNAIR NEWS – Pemanfaatan metode tanam sederhana bisa menjadi salah satu cara mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan, dapat menumbuhkan minat siswa terhadap kegiatan bercocok tanam sekaligus mendukung SDGs 4 (Quality Education) dan SDGs 9 (Industry Innovation and Infrastructure). Inilah mengapa mahasiswa 51 (UNAIR) yang menjalankan BBK 7 (Belajar Bersama Komunitas) di desa Wiyu, Pacet, Mojokerto melakukan kegiatan penanaman semi hidroponik di SDN Wiyu pada 15 Januari 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 26 siswa kelas 4 yang diajak untuk mengenal konsep dasar hidroponik melalui praktik langsung. Mahasiswa memanfaatkan botol bekas sebagai media tanam dan menggunakan larutan nutrisi AB mix sebagai sumber nutrisi tanaman serta kain flanel yang berfungsi sebagai sumbu penyalur air dan nutrisi ke akar. Pemanfaatan larutan AB Mix dan kain flanel berguna untuk mengurangi frekuensi pemberian air pada tanaman dan mempermudah siswa-siswi kelas 4 SD untuk bercocok tanam.

Pada awal kegiatan siswa-siswi mendapatkan penjelasan teori singkat di dalam kelas akan bagaimana cara menanam dengan Wick System atau sistem sumbu yang menyalurkan nutrisi ke dalam tanah melalui kain flanel dan contoh-contoh jenis tanaman yang dapat ditanam dengan sistem tersebut. Setelah pembekalan materi selesai, siswa kemudian diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses penanaman.

Siswa kelas 4 dibagi menjadi 4 kelompok berisi 6-7 anak yang kemudian didampingi oleh 2 Mahasiswa. Siswa kelas 4 memotong botol plastik yang sudah mereka bawa lalu memberi kain flanel dibagian bawah yang kemudian ditutup dengan penggunaan pupuk. Larutan AB Mix kemudian dituang oleh mahasiswa beserta dengan bibit tanaman yang sudah disediakan. Dua jenis sayuran, yakni bayam dan kangkung, dipilih sebagai objek tanam karena masa panennya yang relatif cepat dan kemudahan dalam perawatannya. Pemilihan komoditas ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus memantau perkembangan tanaman mereka hingga siap konsumsi.

Melalui program ini, SDN Wiyu diharapkan dapat menjadi pionir sekolah hijau yang kreatif dalam memanfaatkan lahan terbatas. Selain memberikan keterampilan baru, edukasi ini menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran ekologis dan kemandirian pangan pada generasi muda sejak bangku sekolah dasar.

AKSES CEPAT