51动漫

51动漫 Official Website

Analisis Histopatologi Pankreas Ekstrak Etanol Kulit Hylocereus polyrhizus Pada Mencit Diabetes yang Diinduksi Aloksan

Foto by Hello Sehat

Diabetes melitus adalah penyakit metabolisme yang disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain faktor genetik, usia, pola makan dan kurangnya aktivitas fisik. Diabetes melitus,   adalah gangguan metabolisme akibat terganggunya pankreas dalam memproduksi insulin. International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa prevalensi diabetes melitus di dunia adalah 1,9%, menjadikan DM sebagai penyebab kematian ketujuh di dunia. Sebaliknya, pada tahun 2012, kejadian diabetes melitus di seluruh dunia adalah 371 juta orang.

Aloksan merupakan senyawa yang memiliki sifat diabetogenik dan bersifat toksik terutama terhadap sel beta pankreas. Bila diberikan pada hewan percobaan yaitu mencit akan menyebabkan mereka menjadi diabetes. Aloksan menyebabkan kerusakan sel beta pankreas dengan mengaktifkan Reactive Oxygen Species (ROS), yang diawali dengan reaksi reduksi aloksan. Aloksan memiliki aktivitas tinggi terhadap senyawa seluler yang mengandung gugus -SH, sistein, dan senyawa sulfhidril yang terikat protein. Hasil reduksi aloksan adalah asam dialurat yang kemudian direoksidasi menjadi aloksan seperti semula dan akan membentuk siklus reaksi redoks yang akan menghasilkan radikal superoksida. Radikal superoksida akan mengalami dismutasi menjadi hidrogen peroksida. Target ROS adalah DNA dari pulau sel Langerhans di pankreas. Aloksan juga dapat meningkatkan konsentrasi ion kalsium bebas sistolik dalam sel beta. Aloksan menyebabkan kerusakan sel beta pankreas dengan mengaktifkan oksigen reaktif (ROS) yang diprakarsai oleh reaksi reduksi aloksan.

Mencit dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 6 ekor mencit di tiap kelompok. Mencit dibagi menjadi kelompok kontrol normal tanpa aloksan, kelompok kontrol diabetes dengan aloksan, kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak kulit Hylocereus polyrhizus dosis 100 mg/kg dan 300 mg/kg, dan kelompok kontrol positif yang diberikan glibenklamid dengan dosis 600 渭g/kg. Semua perlakuan diberikan secara oral selama 14 hari. Dislokasi leher dilakukan pada semua kelompok mencit pada hari ke-14 setelah pemberian ekstrak untuk mengambil organ pankreas dan dilakukan uji histopatologi. Dalam penelitian ini, ekstrak kulit buah naga merah dapat memperbaiki kerusakan sel beta pankreas dibandingkan dengan kelompok kontrol diabetes. Pemberian ekstrak etanol kulit buah naga merah (H. polyrhizus)  dosis 300 mg/kg BB merupakan dosis optimum untuk memperbaiki kerusakan sel beta pankreas mencit diabetes melitus.

Perubahan pulau langerhans dapat diamati secara kuantitatif, seperti penurunan sel beta dan ukuran pulau langerhans. Selanjutnya, pengamatan kualitatif menunjukkan nekrosis, amiloidosis, dan degenerasi. Pengamatan histopatologi menunjukkan bahwa kelompok kontrol diabetes menunjukkan ukuran pulau Langerhans yang kecil dan memiliki sel piknotik dibandingkan dengan kelompok perlakuan ekstrak kulit buah naga merah. Kandungan senyawa flavonoid dalam ekstrak kulit buah naga merah dapat meningkatkan insulin plasma karena mekanismenya melibatkan pemblokiran fosfodiesterase yang menyebabkan kadar cAMP dalam sel pankreas meningkat. Kelompok kontrol positif dengan pemberian glibenklamid dosis 600 渭g/kg BB secara signifikan meningkatkan aktivitas enzim yang terlibat dalam metabolisme glukosa dan glikogen.

Penulis: Tridiganita Intan Solikhah, drh., M.Si.

Referensi terkait tulisan di atas:

Solikhah, T. I., Wijaya, T. A., Salsabila, Pavita, D. A., Asdiyanta, A. N., Hamonangan, J. M. Histopathological Pancreas Analysis of Hylocereus polyrhizus Peel Ethanolic Extract on Alloxan Induced Diabetic Mice. Journal of Drug Delivery and Therapeutics,12(5): 149-152.

AKSES CEPAT