51动漫

51动漫 Official Website

Asia揚asifik Luncurkan Pedoman Baru untuk Atasi Depresi dan Kecemasan Perinatal: Indonesia Turut Berkontribusi

Ilustrasi kecemasan. (Sumber: Tribun Manado)

Para ahli dari 11 negara Asia揚asifik, termasuk Indonesia, merilis Asia揚acific Consensus Statement on Perinatal Depression and Anxiety, sebuah pedoman komprehensif untuk meningkatkan penanganan kesehatan mental ibu hamil dan pascapersalinan. Dokumen ini menegaskan bahwa depresi dan kecemasan perinatal merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak, namun masih sering terabaikan.

Menurut konsensus tersebut, angka depresi dan kecemasan selama kehamilan dan pascapersalinan di Asia揚asifik merupakan salah satu yang tertinggi di dunia, dengan prevalensi depresi antenatal dilaporkan antara 4,946,8 persen dan depresi pascapersalinan antara 4,457,7 persen. Gangguan ini bukan hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga pertumbuhan janin, perkembangan otak anak, serta kesejahteraan keluarga

Laporan yang dipublikasikan dalam satu artikel di Asian Journal of Psychiatry Vol 113 terbut November 2025 Nomor 104720 ini menekankan bahwa kesehatan mental ibu selama kehamilan dan satu tahun setelah melahirkan memiliki implikasi jangka panjang. Depresi atau kecemasan ibu dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, mengganggu perkembangan otak bayi, memengaruhi bonding ibu揳nak, serta berdampak hingga masa kanak-kanak dan remaja.

淚ntervensi perinatal adalah investasi masa depan. Ketika ibu mendapatkan dukungan yang tepat, maka anak tumbuh lebih sehat dan masyarakat diuntungkan, demikian salah satu poin utama konsensus tersebut.

Meskipun dampaknya signifikan, berbagai negara Asia揚asifik masih menghadapi tantangan besar. Beberapa negara maju telah memiliki layanan perinatal terpadu. Negara lain, termasuk Indonesia, masih mengandalkan kader dan tenaga kesehatan dasar untuk mendeteksi dini masalah mental perinatal. Pelatihan tenaga kesehatan, ketersediaan alat skrining, serta rujukan layanan psikologis masih sangat tidak merata.

Indonesia, misalnya, memiliki sistem kunjungan pascapersalinan oleh kader, tetapi deteksi gangguan mental belum berjalan optimal karena keterbatasan kapasitas dan alat skrining tervalidasi.

Artikel yang berjudul Consensus statements on perinatal depression and anxiety in the Asia-Pacific region ini menyajikan pedoman sebagai kerangka kerja yang dapat diterapkan oleh pemerintah dan tenaga kesehatan. Rekomendasinya mencakup: (1) Peningkatan kesadaran sejak prakehamilan, termasuk edukasi risiko bagi perempuan dengan riwayat gangguan mental.; (2) Perubahan gaya hidup sehat, seperti nutrisi, aktivitas fisik, dan dukungan pasangan.; (3) Skrining depresi dan kecemasan secara rutin pada pemeriksaan kehamilan dan kunjungan bayi.; (4) Perawatan holistik, tidak terbatas pada obat, tetapi konseling, terapi psikologis, dan dukungan sosial.; (5) Pendampingan bagi ibu dengan komplikasi berat seperti perdarahan atau kehilangan bayi.; (6) Perhatian khusus bagi remaja dan kelompok rentan.; (7) Dukungan untuk meningkatkan kualitas interaksi ibu揵ayi, yang terbukti berpengaruh pada perkembangan anak.; dan (8) Integrasi rekomendasi ke dalam sistem pelayanan kesehatan, termasuk pelatihan tenaga kesehatan dan peningkatan rujukan.

Konsensus ini melibatkan pakar dari Singapura, Indonesia, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, Thailand, Sri Lanka, Hong Kong, dan China. Indonesia turut diwakili dalam penyusunan konsensus ini melalui partisipasi akademisi dari Fakultas Psikologi 51动漫. Keterlibatan ini memperkuat komitmen nasional dalam mendorong pelayanan kesehatan mental ibu yang lebih responsif dan berbasis bukti ilmiah. Pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan, tenaga kesehatan ibu dan anak, psikiater, psikolog, dan lembaga kesehatan masyarakat untuk meningkatkan deteksi dini dan penanganan masalah kesehatan mental perinatal.

Dengan peluncuran pedoman ini, para ahli menyerukan kerja sama lintas sektor untuk memperkuat dukungan kepada ibu dan keluarga di Asia揚asifik. 淜esehatan mental perinatal adalah kunci bagi generasi masa depan yang lebih sehat, tulis laporan tersebut.

Referensi:

Phaik Ling Quah, Anne Buist, Prabha S Chandra, Helen Chen, Tze-Ern Chua, Pui-wah Hui, Milind Shah, Endang Retno Surjaningrum, Ganeshan Muniswaran, Sachith Mettananda, Dittakarn Boriboonhirunsarn, Kok Hian Tan, (2025), Consensus statements on perinatal depression and anxiety in the Asia-Pacific region, Asian Journal of Psychiatry, Volume 113, (104720). .

AKSES CEPAT