51动漫

51动漫 Official Website

Ketika Cemas pada Iklim Bisa Jadi Pemicu Aksi

Keberlanjutan dalam Mengatasi Perubahan Lingkungan dan Masalah Sosial
Foto by Gatra

Menguak peran emosi dan keyakinan diri dalam menghadapi krisis iklim

Mengapa sebagian orang yang merasa cemas tentang perubahan iklim justru semakin aktif melakukan aksi nyata, sementara yang lain merasa lumpuh dan tak berdaya?

Sebuah riset kolaboratif internasional yang melibatkan lebih dari 11.000 partisipan dari 28 negara攖ermasuk Indonesia攎encoba menjawab pertanyaan ini. Fokus utamanya: bagaimana rasa tertekan (distres) akibat perubahan iklim dapat berubah menjadi keyakinan diri攄an akhirnya memicu aksi nyata melawan krisis iklim.

Emosi Negatif Bukan Selalu Buruk

Dalam penelitian ini, distres terkait iklim攕eperti rasa cemas, khawatir, bahkan takut攖ernyata sering berhubungan positif dengan perilaku ramah lingkungan. Orang yang merasakan distres lebih kuat, justru lebih mungkin menghemat energi, ikut protes iklim, hingga mengubah gaya hidupnya.

Riset ini memperluas konsep yang disebut motivated control: ketika orang merasa terancam oleh krisis iklim, mereka 渢ermotivasi untuk percaya bahwa tindakan mereka bisa membawa perubahan. Keyakinan ini disebut efikasi攂aik secara individu (渟aya bisa melakukan sesuatu) maupun kolektif (渒ita bisa melakukannya bersama).

Bagaimana Penelitian Dilakukan?

Para peneliti tidak hanya bertanya pada satu kelompok kecil, tetapi melakukan survei lintas negara. Mereka meminta ribuan mahasiswa dan masyarakat umum di berbagai belahan dunia untuk menceritakan:

  • Seberapa kuat perasaan cemas atau khawatir mereka tentang iklim.
  • Seberapa percaya diri mereka bahwa tindakan pribadi atau bersama bisa berdampak.
  • Aksi apa saja yang benar-benar mereka lakukan setahun terakhir攎ulai dari hal sederhana seperti menghemat listrik, sampai ikut aksi protes atau petisi.

Dengan membandingkan jawaban dari berbagai negara, para peneliti bisa melihat pola besar: kecemasan sering kali berjalan beriringan dengan keyakinan diri, yang pada akhirnya mendorong lebih banyak aksi nyata.

Temuan Utama: Distres 鈫 Efikasi 鈫 Aksi

Melalui dua studi besar, tim peneliti menemukan pola yang konsisten:

  • Distres iklim berhubungan positif dengan keyakinan efikasi.
  • Keyakinan efikasi mendorong aksi nyata melawan perubahan iklim.
  • Efikasi ini bahkan menjadi 渏embatan yang menjelaskan mengapa rasa cemas dapat berubah menjadi dorongan untuk bertindak.

Namun, ada catatan menarik. Bentuk distres yang lebih ringan攎isalnya rasa khawatir yang mendorong mencari informasi攍ebih banyak dikaitkan dengan aksi adaptif. Sebaliknya, bentuk distres yang lebih berat (misalnya perasaan lumpuh) cenderung lebih lemah kaitannya dengan efikasi dan aksi.

Mengapa Penting?

Temuan ini mengingatkan kita bahwa rasa cemas terhadap krisis iklim bukan sekadar beban psikologis. Justru, dalam kadar tertentu, ia bisa menjadi sumber energi sosial. Jika diarahkan dengan tepat, kecemasan bisa memperkuat keyakinan bahwa setiap individu mampu memberi dampak.

Bagi para praktisi dan pembuat kebijakan, hasil penelitian ini menyiratkan bahwa kampanye iklim sebaiknya tidak hanya menekankan 渇akta mengerikan, tetapi juga membangun rasa percaya diri publik攂ahwa aksi kecil maupun besar tetap berarti.

Pada Akhirnya

Perubahan iklim memang ancaman eksistensial. Tetapi riset ini menunjukkan bahwa di balik rasa takut dan cemas, tersimpan potensi untuk bergerak. Distres bisa menjadi pemicu, efikasi menjadi kunci, dan aksi iklim menjadi jalan keluar.

Penulis: Dr. Rahkman Ardi

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Hanss, D., Ogunbode, C. A., Doran, R., Renkel, J. E., M眉ller, H., Albzour, M., Ardi, R., Ayanian, A., Bayad, A., van den Broek, K. L., Chukwuorji, J. C., Enea, V., Helmy, M., Karasu, M., Ojewumi, K. A., Lins, S., Lomas, M. J., Mbungu, W., Navarro-Carrillo, G., Onyutha, C., Park, J., Chegeni, R., Reyes, M. E. S., Salmela-Aro, K., Schermer, J. A., Soll谩r, T., Lu, S., Volkodav, T., & Yadav, R. (2025). Evidence for motivated control? Climate change related distress is positively associated with domain-specific efficacy beliefs and climate action. Journal of Environmental Psychology, 106, 102695.

AKSES CEPAT