51动漫

51动漫 Official Website

Efektivitas Model Pemberdayaan Keluarga Terhadap Kemampuan Deteksi Dini Kehamilan Berisiko Selama Pandemi Covid-19

Foto by Alodokter

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok khusus yang rentan terhadap virus Covid-19.1 Selama kehamilan, ada kondisi tertentu yang mungkin terjadi pada ibu hamil, seperti penurunan kekebalan sebagian, membuat ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi virus. Perubahan fisiologis dan imunologis yang terjadi sebagai komponen normal kehamilan dapat menimbulkan efek sistemik yang meningkatkan risiko komplikasi obstetri dari infeksi saluran pernapasan pada ibu hamil2. Hal ini menempatkan ibu hamil dapat memiliki risiko komplikasi selama kehamilannya, khususnya gangguan pernapasan, seperti penurunan kapasitas paru-paru dan masalah jantung dan pembuluh darah, seperti takikardia, dan bahkan kekurangan nutrisi.

Hingga saat ini, informasi lebih lanjut tentang kehamilan di masa pandemi Covid-19 masih terbatas yang dapat membahayakan kesehatan ibu hamil selama masa kehamilannya selama pandemi.3 Karena selama pandemi terjadi perubahan signifikan dalam pelayanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil. Menurut data Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), kunjungan antenatal care juga mengalami penurunan, meski hanya 19,2% Posyandu yang masih aktif selama pandemi.

Prinsip Deteksi dini faktor risiko kehamilan sangat diperlukan, meskipun berdasarkan bukti berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan, bahwa semua wanita selama masa reproduksi, terutama selama kehamilan, selalu berisiko, meskipun kita tahu bahwa kehamilan adalah fisiologis, artinya bahwa semua wanita yang sehat dan menikah akan mengalami proses kehamilan. Kehamilan dikatakan fisiologis dan harus tetap diwaspadai karena kehamilan berisiko jatuh ke dalam situasi yang berbahaya baik bagi ibu maupun janin yang dikandungnya. Petugas kesehatan dapat melakukan penilaian yang lebih detail terhadap tingkat keberdayaan keluarga, dan pengasuh berdasarkan tingkat pendidikan, status ekonomi, beban perawatan, dan ikatan keluarga. Beberapa penelitian serupa tentang pemberdayaan keluarga dapat dijelaskan sebagai berikut: penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa model pemberdayaan keluarga CEP-BAM (Caregiver Empowerment Program Based On Adaptation Model) dapat meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup pasien pasca stroke setelah 6 bulan perawatan.

Penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan keluarga dalam mendeteksi dini risiko tinggi kehamilan yaitu faktor personal sebagian besar baik, sebagian besar faktor sumber daya tidak mendukung, sebagian besar perilaku kognitif kurang baik, sebagian besar pengaruh interpersonal. tidak mendukung, sebagian besar nilai dasar kurang baik, sebagian besar komitmen buruk dan kemampuan deteksi dini kurang. Model pemberdayaan keluarga membuat peserta merasa lebih tanggap, waspada, memperhatikan perawatan diri dan segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika ada tanda bahaya menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan keluarga dalam mendeteksi dini kehamilan berisiko tinggi yaitu faktor personal sebagian besar baik, sebagian besar faktor sumber daya tidak mendukung, sebagian besar perilaku kognitif kurang baik, sebagian besar pengaruh interpersonal tidak baik. mendukung, sebagian besar nilai dasar kurang baik, sebagian besar komitmen buruk dan kemampuan deteksi dini kurang. Model pemberdayaan keluarga membuat peserta merasa lebih tanggap, waspada, memperhatikan perawatan diri dan segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika ada tanda bahaya.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan keluarga dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi, antara lain faktor individu atau personal, sumber daya, kognisi, interpersonal, nilai dasar, dan komitmen. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut mempengaruhi kemampuan melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi antara lain pengenalan faktor kehamilan risiko tinggi menurut KSPR, mampu memberikan keputusan, mampu merawat ibu hamil risiko tinggi, tinggi penyakit penyerta, dan riwayat kehamilan buruk (BOH/Riwayat Obstetri Buruk) dan mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan.

Faktor interpersonal sangat berpengaruh terhadap kemampuan keluarga dalam mendeteksi dini kehamilan resiko tinggi. Faktor interpersonal tersebut meliputi peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga. Peran tenaga kesehatan khususnya bidan dalam memberikan dukungan merupakan nilai tertinggi dalam mendukung keluarga untuk melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga akan dapat melaksanakan perannya dalam deteksi dini anggota keluarga berisiko tinggi yang hamil jika didukung dengan dukungan yang baik dari bidan. Dukungan untuk mengenali gejala dan respon yang dirasakan oleh ibu hamil. perempuan sangat penting bagi suami, keluarga, dan juga tenaga kesehatan khususnya bidan.10 Bidan sebagai pemberi pelayanan kesehatan perlu memberikan upaya dan dukungan promosi kesehatan yang tepat untuk mengoptimalkan kemampuan keluarga dan melaksanakan asuhan yang efektif.

Faktor personal dalam meningkatkan kemampuan keluarga dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi adalah pengalaman perilaku keluarga dalam melakukan deteksi dini yang paling besar pengaruhnya. Hasil ini menunjukkan bahwa pengenalan faktor risiko tinggi untuk kehamilan, pembelajaran membuat keputusan yang tepat, perawatan kondisi risiko tinggi pada ibu hamil dengan penyakit penyerta dan kehamilan yang buruk.

Model pemberdayaan keluarga efektif membuat peserta merasa lebih tanggap, waspada, memperhatikan perawatan diri dan segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika ada tanda-tanda bahaya. Bagi tenaga kesehatan, cara ini sangat bermanfaat dalam menurunkan komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas serta dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Penulis: Ika Mardiyanti, Nursalam, Ernawati, Shrimarti Rukmini Devy, Yasi Anggasari

Link:

AKSES CEPAT