Operasi caesar (sectio caesarea) menjadi salah satu metode persalinan yang semakin umum dilakukan di berbagai belahan dunia. Namun, di balik proses kelahirannya yang aman dan terkontrol, ibu pasca operasi caesar sering menghadapi tantangan besar dalam masa pemulihan. Rasa nyeri, keterbatasan gerak, bahkan gangguan psikologis menjadi hambatan serius dalam proses ini.
Apakah ada cara alami dan minim risiko untuk mempercepat pemulihan pasca operasi caesar? Jawaban menarik datang dari penelitian tim peneliti FK UNAIR, yang menunjukkan bahwaelektroakupunktur adalah teknik terapi yang menggabungkan prinsip akupunktur tradisional dengan stimulasi listrik ringan melalui jarum akupunktur. Dua titik utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah LI4 (Hegu) dan SP6 (Sanyinjiao)攖itik-titik akupunktur yang diketahui memiliki peran penting dalam mengurangi nyeri dan memperlancar aliran energi tubuh.
Teknik ini dipercaya merangsang pelepasan endorfin (zat penghilang nyeri alami tubuh), memperbaiki sirkulasi darah, dan meningkatkan keseimbangan fisiologis, terutama pada pasien yang baru saja menjalani pembedahan.
Penelitian ini melibatkan 180 ibu pasca operasi caesar yang dibagi ke dalam beberapa kelompok intervensi dan satu kelompok kontrol. Intervensi dilakukan dengan memberikan stimulasi elektroakupunktur pada titik LI4, SP6, atau kombinasi keduanya, dengan frekuensi listrik berbeda: 30 Hz, 50 Hz, dan 100 Hz.
Pemulihan diukur menggunakan instrumen QoR-15 (Quality of Recovery-15), yaitu kuesioner yang menilai aspek fisik dan emosional pasien setelah operasi. Penilaian dilakukan pada 30 menit, 24 jam, dan 48 jam setelah intervensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok elektroakupunktur mengalami peningkatan kualitas pemulihan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Yang paling menonjol adalah kelompok yang menerima kombinasi stimulasi pada titik LI4 dan SP6 dengan frekuensi 50 Hz dan 100 Hz. Mereka melaporkan peningkatan kenyamanan, pengurangan rasa sakit, serta pemulihan fungsi tubuh yang lebih cepat.
Skor pemulihan kelompok elektroakupunktur meningkat secara konsisten dalam tiga waktu pengukuran, sedangkan kelompok kontrol menunjukkan peningkatan yang lambat dan terbatas. Artinya, elektroakupunktur tidak hanya mengurangi rasa sakit, tetapi juga membantu ibu lebih cepat kembali beraktivitas normal.
Kenapa Ini Penting?
Banyak ibu pasca caesar tidak dapat menggunakan obat penghilang nyeri tertentu karena efek samping atau kondisi medis tertentu. Di sinilah elektroakupunktur menunjukkan potensinya sebagai alternatif non-obat yang aman, efektif, dan minim risiko.
Selain manfaat fisik, terapi ini juga berdampak positif pada aspek psikologis, seperti mengurangi kecemasan dan meningkatkan rasa kontrol diri selama masa pemulihan. Terlebih lagi, prosedur ini bisa dilakukan secara sederhana di rumah sakit dengan tenaga terlatih, tanpa menambah beban farmakologis bagi pasien.
Kesimpulan
Penelitian ini membuka peluang besar dalam dunia kebidanan dan pengobatan komplementer. Elektroakupunktur terbukti meningkatkan kualitas pemulihan pasca operasi caesar, terutama jika dilakukan secara tepat dan pada titik-titik strategis seperti LI4 dan SP6.
Bagi para profesional kesehatan, terutama bidan dan dokter kandungan, hasil ini dapat menjadi dasar pertimbangan untuk menerapkan pendekatan integratif dalam manajemen nyeri dan pemulihan pasca bedah. Dan bagi para ibu, ini adalah harapan baru untuk melalui proses pemulihan dengan lebih nyaman, aman, dan alami.
Penulis: Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R.
Informasi detail tentang artikel:





