Berat badan lahir rendah berisiko tinggi mengalami mortalitas dan morbiditas pada bayi. Bayi yang lahir dengan berat lahir rendah 20 kali lebih berisiko untuk terjadi kematian neonatal dari bayi dengan berat lahir normal dan berkontribusi sebesar 30 persen sebagai penyebab dari kematian neonatal. Penyebab dari berat badan lahir rendah bersifat multi faktor yaitu kombinasi dari ibu, plasenta, dan genetik. Faktor ibu merupakan faktor yang paling memungkinkan untuk dimodifikasi dan di intervensi sejak dini terutama faktor gizi ibu dalam upaya pencegahan terjadinya BBLR melalui berbagai program global maupun pemerintah. Faktor gizi ibu yang merupakan faktor risiko terjadinya BBLR diantaranya adalah IMT yang kurang , pertambahan berat badan yang tidak sesuai dan kadar hemoglobin yang rendah selama hamil.
Berbagai upaya telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah bekerja sama dengan berbagai sektor dalam menurunkan angka berat badan lahir rendah di Indonesia. Pemerintah meningkatkan penguatan sistem kesehatan dalam upaya penurunan kematian bayi baru lahir yang 19 persennya disebabkan oleh BBLR dan prematur. Salah satunya adalah meningkatkan status gizi ibu hamil dengan mengatasi jumlah ibu hamil yang masih banyak belum mendapatkan pemberian makanan tambahan (PMT) yaitu 74,8 persen, serta proporsi ibu hamil anemia yang meningkat menjadi 48,9 % di tahun 2018. Di sisi lain menurut Global Nutrition Report (2018) kemajuan dunia dalam menurunkan gizi kurang dan anemia pada wanita masih sangat lambat yakni 9,7 % perempuan dan 5,7 % remaja di dunia masih berstatus gizi kurang, dan anemia pada wanita justru meningkat menjadi 32,8%.
Berdasarkan Susenas tahun 2018, sebanyak 13 persen wanita usia 15-49 tahun melahirkan anak dalam dua tahun terakhir dengan berat badan lahir rendah. Bayi yang lahir dengan BBLR mempunyai risiko tinggi akan meninggal di 28 hari pertama setelah lahir. Berat badan lahir rendah akan menimbulkan risiko kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kecerdasan yang optimal, meningkatnya risiko kesakitan dan kematian, kejadian infeksi dan meningkatnya biaya kesehatan apabila tidak tertangani dengan baik. Anak dengan riwayat BBLR juga memiliki risiko 5,87 kali untuk mengalami stunting. Selain itu meningkatnya risiko diabetes, hipertensi, penyakit jantung dan stroke akan dialami oleh anak dengan riwayat BBLR setelah dewasa. Berdasarkan penelitian, IMT ibu yang kurang dari 18,5 kg/m2 pada awal kehamilan akan meningkatkan resiko terjadinya kecil masa kehamilan 1,81 kali dan BBLR 1,47 kali dibandingkan dengan ibu dengan IMT normal. Selain itu apabila pertambahan berat badan ibu selama hamil juga rendah maka akan berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rata-rata lebih rendah dari 2500 gram. Kekurangan gizi selama kehamilan telah terbukti memiliki implikasi yang serius pada perkembangan janin diantaranya adalah berat badan lahir. Kami melakukan penelitian dengan menganalisis hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil dan pertambahan berat badan gestasional dengan kejadian BBLR untuk memperkuat data tersebut diatas.
Penelitian kami lakukan di kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, seluruh bayi yang lahir pada bulan September 2015 sampai dengan September 2020 dimasukkan dalam penelitian ini. Sebanyak 102 bayi didapatkan dan hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan berat badan gestasional berkorelasi signifikan dengan kejadian BBLR, sedangkan IMT sebelum hamil tidak berhubungan signifikan dengan BBLR. Ibu dengan berat badan kehamilan kurang berisiko 5,3 kali melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu dengan pertambahan berat badan kehamilan normal. Kesimpulan penelitian kami hanya pertambahan berat badan ibu selama hamil merupakan faktor risiko terjadinya BBLR, sedangkan IMT sebelum hamil tidak.
Disarikan dari artikel dengan judul: 淧re-Pregnancy Body Mass Index and Gestational Weight Gain as Risk Factors for Low Birth Weight yang diterbitkan di Journal of Health Sciences, 15(02), 176183, tahun 2022.
Link:
Penulis: Prof. Dr Irwanto,dr SpA(K)
Scopus ID 56705347700
Departemen Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran 51动漫





