51动漫

51动漫 Official Website

Kesehatan Mental Pengasuh Informal pada Masa Pandemi COVID-19

Ilustrasi oleh Dr. Nurul Hartini, S.Psi, M.Kes

Pandemi COVID-19 memicu perubahan besar pada berbagai sektor kehidupan dan lapisan masyarakat, termasuk pengasuh informal.

Siapakah Pengasuh Informal?

Pengasuh informal adalah seseorang yang memberikan perawatan tanpa bayaran kepada anggota keluarga atau teman mereka yang memiliki kondisi disabilitas, gangguan mental, kondisi kronis, atau berada pada kelompok usia lansia dengan kebutuhan khusus (Dang et al., 2020; Rosell-Murphy et al., 2014; Roth et al., 2015; Talley & Crews, 2007).

Pengasuh informal merupakan sumber daya berharga bagi sistem pelayanan kesehatan dan peran mereka dalam perawatan jangka panjang pasien menjadi semakin penting dalam beberapa tahun terakhir (Kontrimiene et al., 2021; Pl枚thner et al., 2019).

Pengasuh informal memiliki beberapa tugas seperti: (1) Merencanakan dan berkoordinasi tentang rencana perawatan bersama pengasuh informal yang lain dan/atau tenaga kesehatan profesional; (2) Memantau status kesehatan pasien dari waktu ke waktu; (3) Membiayai perawatan pasien; (4) Memastikan pasien mendapatkan obat yang sesuai, mematuhi aturan pengobatan, serta mengonsumsi obat sesuai dosis dan jadwal; (5) Memastikan pasien mengikuti jadwal perawatan; (6) Membuat keputusan tentang pasien; (7) Membantu pasien melakukan aktivitas rawat diri seperti kebersihan diri, berpakaian, dan makan; (8) Memberikan dukungan sosial dan emosional melalui perhatian dan kasih sayang (Adejoh et al., 2021; Dixe et al., 2019; Lambert et al., 2017).

Intensitas tugas-tugas tersebut meningkat pada masa pandemi COVID-19, di mana terdapat risiko penularan COVID-19 yang tinggi, akses pengasuh formal yang menjadi sangat terbatas, informasi-informasi yang terus mengalami perubahan seiring dengan penelitian tentang karakteristik COVID-19, dan mobilitas masyarakat yang dibatasi secara ketat (Ammar et al., 2020; Cohen et al., 2021; Lillo-Navarro et al., 2019).

Bagaimana Peran Pengasuh Informal dalam Merawat Pasien di Masa Pandemi COVID-19?

Tanggung jawab sebagai perawat dapat memengaruhi kehidupan pengasuh informal mulai mulai dari kemampuan untuk bekerja, keterlibatan dalam interaksi dan hubungan sosial, hingga mempertahankan kesehatan fisik dan mental (Talley & Crews, 2007). Perubahan rutinitas dan struktur aktivitas sehari-hari akibat COVID-19 juga dapat memberikan dampak negatif bagi pengasuh informal karena munculnya peningkatan beban tugas perawatan yang disertai dengan karantina dan tekanan emosional (American Association of Retired Persons, 2020).

Selain itu terdapat risiko masalah kesehatan fisik seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, radang sendi, dan tumor serta masalah kesehatan mental yang muncul dalam bentuk gejala stres, depresi, dan kecemasan (Abdeta & Desalegn, 2021; Budnick et al., 2021; Sheth et al., 2021). Memburuknya kondisi kesehatan mental pengasuh informal selama merawat pasien berisiko menghambat kemampuan dan kemauan mereka untuk memberikan perawatan bagi pasien (Chang et al., 2016).

Pengasuh informal memiliki peran penting dalam merawat pasien selama masa pandemi COVID-19 sehingga perlu mendapatkan perhatian. Walaupun demikian pengasuh informal masih mengalami kesulitan karena keterbatasan pelatihan, sumber daya, pengetahuan tentang kondisi pasien, dan kemampuan mereka merawat pasien yang selanjutnya memengaruhi kesehatan mental mereka (Leggett et al., 2021). Kondisi kesehatan mental pengasuh informal selama masa pandemi COVID-19 juga belum dipahami dengan baik.

Bagaimana Kesehatan Mental Pengasuh Informal pada Masa Pandemi COVID-19?

Hasil tinjauan sistematis Pratiwi dan Hartini (2022) terhadap sembilan jurnal menggunakan panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses) menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mental pengasuh informal selama masa pandemi COVID-19 dapat diuraikan ke dalam tiga komponen yang terdiri dari emosi, kognisi, dan perilaku. Komponen emosi meliputi respons-respons negatif seperti kecemasan, ketakutan, distres, dan depresi. Komponen kognisi terdiri dari penilaian negatif terhadap quality of life dan layanan telehealth, serta munculnya suicidal ideation. Sementara komponen perilaku terdiri dari respons yang muncul sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri maupun pasien yang dirawat dengan menerapkan protokol kesehatan dan mengubah gaya hidup untuk menyeimbangkan antara tugas sebagai pengasuh informal dengan tugas-tugas lain di luar tugas perawatan.

Mempertimbangkan peran vital pengasuh informal dalam perawatan pasien, khususnya dalam situasi pandemi COVID 19, temuan ini dapat menjadi pertimbangan pemerintah, lembaga kesehatan, dan kesejahteraan sosial untuk menyusun program yang mampu memfasilitasi pengasuh informal dengan keterampilan perawatan dan menjaga kondisi kesehatan mental mereka.

Penulis: Ni Putu Padmadita Nanda Pratiwi & Nurul Hartini, 51动漫, Fakultas Psikologi

Link Jurnal:

AKSES CEPAT