Instrumen keuangan sosial Islam sebagian besar disalurkan melalui bentuk konsumtif yang kurang berdampak jangka panjang bagi penerimanya. Selain itu, distribusi yang tumpang tindih dan kurangnya koordinasi dari para pemangku kepentingan menjadi sedikit kendala dalam transformasi masyarakat miskin menjadi sejahtera. Untuk itu, kondisi yang ada menjadi tantangan bagi lembaga keuangan sosial Islam untuk mengelola dan menyalurkan dana sosial syariah dengan strategi yang tepat, sehingga realisasi dana yang terbatas mampu memberikan kontribusi untuk mentransformasi mustahiq menjadi muzakki. Keuangan sosial Islam yang terintegrasi merupakan strategi yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut. Untuk saat ini, belum banyak skema zakat dan wakaf yang saling melengkapi sebagai upaya memaksimalkan utilitas dana sosial Islam (Kementerian PPN, 2019). Keuangan sosial syariah yang terintegrasi merupakan strategi yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut. Untuk saat ini, belum banyak skema zakat dan wakaf yang saling melengkapi sebagai upaya memaksimalkan utilitas dana sosial Islam (Kementerian PPN, 2019).
Penelitian ini mengusulkan model keuangan sosial Islam yang terintegrasi untuk mempercepat dan mentransformasi masyarakat miskin menjadi sejahtera. Penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan Grounded Theory dan Average Weighted Index. Grounded theory digunakan untuk membentuk model, sedangkan Average Weighted Index digunakan untuk memvalidasi model integrasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, focus group discussion, kuesioner, observasi lapangan dan studi pustaka. Model integrasi keuangan sosial Islam dilaksanakan melalui 4 ER (Economic Rescue, Economic Recovery, Economic Reinforcement dan Economic Resilience) dengan mengintegrasikan dana zakat dan wakaf dalam skema proyek bersama. Temuan tambahan dari penelitian ini adalah penyelidikan empiris yang menunjukkan bahwa keuangan sosial Islam terintegrasi lebih efektif sebesar 12% dalam mentransformasikan masyarakat miskin menjadi sejahtera daripada yang tidak terintegrasi. Model ISF yang terintegrasi dapat ditegakkan untuk mengubah masyarakat miskin menjadi sejahtera dalam kesejahteraan.
Hasil penelitian ini penting karena beberapa alasan. Pertama, penelitian ini berhasil memberikan urgensi model terintegrasi untuk dilakukan. Hal ini harus diperhatikan oleh pengambil kebijakan dalam mengatur keuangan sosial Islam yang terintegrasi. Kedua, hasil kajian tersebut dapat menjadi bahan acuan bagi lembaga keuangan sosial Islam iah dalam mengelola dana baik saat maupun pascapandemi COVID-19. Ketiga, model keuangan sosial syariah yang terintegrasi diharapkan mampu menyelesaikan masalah pendanaan di masa pandemi COVID-19.
Penulis: Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si.
Link Jurnal:





