51动漫

51动漫 Official Website

Nilai Diagnostik Kultur Urin Filtrat Protein-10 Antigen pada TBC Masa Kanak-Kanak

Foto by ProSehat

Tuberkulosis (TB) pada masa kanak-kanak tetap menjadi masalah utama di seluruh dunia. Namun, diagnosis tuberkulosis pada anak-anak seringkali diperumit oleh kesulitan dalam mendapatkan spesimen dahak yang tepat dan sensitivitas rendah dari tes diagnostik standar emas untuk mengkonfirmasi keberadaan Mycobacterium tuberculosis (M.tb) pada kelompok usia ini. Baru-baru ini, deteksi antigen M.tb pada spesimen urin telah menjadi metode yang populer. Ini non-invasif dan penanganan spesimen sederhana. Dilaporkan bahwa CFP-10 urin, protein spesifik M.tb, telah muncul sebagai biomarker potensial di masa depan. Namun, nilai diagnostiknya sebagai biomarker baru pada TB anak masih kurang dipahami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai diagnostik CFP-10 urin pada TB anak.

Metode: Tujuh puluh anak dengan dugaan TB paru atau ekstra paru terdaftar. Tuberkulosis didiagnosis dengan melakukan tes kulit Tuberkulin, rontgen dada, pemeriksaan mikroskopis, dan kultur mikrobiologis yang diperoleh dari spesimen dahak atau bilas lambung. Tingkat antigen CFP-10 urin dianalisis oleh ELISA (Elabscience, China). Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan SPSS 21,0 dan p-value sebesar <0,05 dianggap signifikan secara statistik.

Tingkat CFP-10 urin pada subjek yang didiagnosis dengan TB lebih tinggi daripada subjek non-TB, 4,13(0,62) vs 0,43(0,14) pg/mL, p=0,005. Nilai cut-off untuk kadar CFP-10 urin mencapai 0,39 pg/mL (sensitivitas 65% dan spesifisitas 67%). Nilai ini menjadi 0,54 pg/mL (sensitivitas 61% dan spesifisitas 62%) pada kasus yang dikonfirmasi secara mikrobiologis.

Kesimpulan: Karakteristik subjek Selama Juni 2018 hingga Juni 2019, 78 subjek dengan dugaan B terdaftar dalam penelitian ini. Delapan puluh satu persen di antaranya akhirnya didiagnosis menderita TB paru atau ekstrapulmoner. Jenis penyakit yang paling umum adalah TB paru (71%), diikuti oleh meningitis tuberkulosis (6%), limfadenitis tuberkulosis (6%), spondylitis tuberkulosis (5%), peritonitis tuberkulosis dan radang usus buntu tuberkulosis (4%). TB paru ekstra lainnya seperti TB ginjal, perikarditis tuberkulosis, dan kolitis tuberkulosis, masing-masing menyumbang 2%. Tabel 1 menunjukkan karakteristik subjek penelitian secara rinci. Kadar urin CFP-10 Kadar CFP-10 urin pada subjek yang didiagnosis dengan TB secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok nonTB, masing-masing 4,13(0,62) vs 0,43(0,14) pg/mL, (tes Mann-Whitney; p=0,005). Nilai diagnostik urinaryCFP-10 AUC kadar CFP-10 urin mencapai 73,3% (95%CI 61,2-85,4) dengan sensitivitas 65% dan spesifisitas 67% (titik cut-off 0,39 pg/mL) ketika standar referensi mencakup diagnosis klinis dan pemeriksaan ikrobiologis (Gbr. 1). AUC adalah 61,0% (95% CI 48,3-73,5) dengan sensitivitas 61,1% dan spesifisitas 1,9% (titik cut-off 0,54 pg / mL) ketika pemeriksaan mikrobiologis, yaitu, standar emas adalah satu-satunya standar referensi yang digunakan.

Kata kunci: TB masa kanak-kanak; biomarker; CFP-10 urin.

Penulis : Prof. Dr. Aryati, dr., M.S., Sp.PK (K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di : h顎俻s://phcogj.com/ar顎廲le/1798

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

Agustin Iskandar1, Maimun Z Arthamin1, Gilang Kusdinar1, Kusworini Handono1,Ery Olivianto2, Aryati3, Andrea Aprilia1

AKSES CEPAT