Cangkok tulang atau autoglosus merupakan prosedur standar yang digunakan untuk menggantikan atau memperbaiki tulang rusak. Kelemahan dari prosedur ini adalah morbiditas donor dan ketersediaan yang terbatas. Alternative penanganan lainnya dengan rekayasa jaringan rekonstruksi tulang. Metode tersebut mampu mendukung perlekatan sel dan mengarahkan pertumbuhan sel. Penggabungan material hidroksiapatit (HA), gelatin dan kitosan diharapkan mampu meningkatkan sifat mekanik dan biologis sehingga dapat menjadi kandidat ideal dalam regenerasi tulang. HA, gelatin dan kitosan merupakan material yang mudah didapatkan. Perbandingan komposit HA:Gelatin:Kitosan adalah 70:15:15. Metode fabrikasi menggunakan freeze-dry pada suhu 800C dan 40C selama 2×24 jam.
Sifat mekanik perancah diharapkan sama dengan sifat mekanik dari tulang normal yaitu pada kisaran 0,1-16 MPa. Parameter pengujian sifat mekanik pada tulang yang sering digunakan adalah uji kuat tekan. Pengujian tersebut berfungsi untuk mengukur kemampuan suatu bahan dalam menahan beban tekanan. Tingkat porositas perancah juga menentukan sifat mekanik perancah dan sebagai perlekatan sel.
Studi ini menggunakan material hidroksiapatit yang berasal dari gigi sapi, gelatin dan kitosan (HAGS-Gel-Kt) dengan pembanding hidroksiapatit dari bahan sintetis (HASyn-Gel-Kt). Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan hidroksiapatit dari gigi sapi yang bertujuan untuk menentukan kekuatan tekan dan tingkat porositas perancah HAGS-Gel-Kt dengan perbandingan rasio 70:15:15.
Perancah tulang dari HAGS:Gelatin:Kitosan memiliki sifat mekanik yang berada pada kisaran standar yaitu 0,221 MPa. Hal ini didukung dengan diameter pori yang dihasilkan yaitu pada kisaran 124,093 nm. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya mengatakan bahwa minimal ukuran pori perancah pada kisaran 100-150 nm. Skala nanometer pada perancah tulang memiliki peran penting dalam regenerasi jaringan disekitarnya. Ukuran porositas ini juga berkaitan dengan adhesi sel dan migrasi serta difusi nutrisi dan pembungan sisa metabolisme. Apabila ukuran pori terlalu kecil akan mengakibatkan migrasi sel yang terbatas dan mengganggu difusi nutrisi. Hal tersebut mampu menyebabkan nekrosis pada perancah.
Berdasarkan penjelasan tersebut, menunjukkan bahwa perancah tulang dengan komposit HAGS-Gelatin-Kitosan dengan metode fabrikasi yang sederhana mampu menjadi kandidat aplikasi tulang berdasarkan sifat mekanik dan tingkat porositasnya.
Penulis: Prof. Dr. Anita Yuliati, drg. M.Kes.
Link Jurnal:





