51动漫

51动漫 Official Website

Pencitraan Otak pada Anak dengan Keterlambatan Perkembangan yang Terinfeksi Cytomegalovirus

Foto by Alodokter

Infeksi Cytomegalovirus (CMV) kongenital umum terjadi di seluruh dunia, infeksi CMV adalah penyebab utama gangguan pendengaran dan dapat menyebabkan gangguan perkembangan jangka panjang, seperti Palsi serebral, retardasi mental, gangguan penglihatan, dan kejang. Pada saat lahir, sebagian besar bayi dengan infeksi CMV tidak menunjukkan gejala, tetapi sekitar 10 persen menunjukkan gejala. Beberapa gejala dan tanda infeksi CMV kongenital, antara lain: ikterus, gangguan pendengaran, peteki, kalsifikasi periventrikuler, gangguan penglihatan, mikrosefali, kejang, dan gangguan pada perkembangan motorik. CMV Human  (CMV) dan human herpes virus-5 merupakan virus double-stranded (ds)DNA yang berasal dari famili herpesviridae. Infeksi CMV pada bayi yang baru lahir atau individu yang memiliki sistem imun yang lemah dapat menimbulkan dampak yang berat, meskipun bersifat asimptomatik pada dewasa yang sehat. Virus CMV dapat ditemukan pada beberapa lokasi, seperti darah, urin, saliva, semen, dan ASI. Virus ini dapat membentuk infeksi seumur hidup dengan beberapa sel menjadi infeksi laten, suatu keadaan dimana virus terbaring dorman didalam sel, dan terdapat penularan yang intermiten dari virion yang infeksius. IgG CMV pada serum, ditransfer melalui placenta ibu, akan menghilang secara berangsur- angsur selama 2 tahun. IgM CMV positif pada plasma mengindikasikan bahwa pasien baru saja terinfeksi oleh virus.

Gangguan perkembangan adalah kegagalan atau ketidakmampuan untuk memperoleh berbagai keterampilan khusus usia pada usia pematangan yang diharapkan, yang mempengaruhi sekitar 5-10% anak-anak prasekolah. Salah satu metode yang paling penting untuk evaluasi anak dengan keterlambatan perkembangan adalah neuroimaging, terutama computed tomography (CT) Scan dan brain magnetic resonance imaging (MRI) yang memberikan informasi berguna mengenai struktur dan anomali jaringan otak. Studi paling awal menunjukkan kelainan struktural otak telah diamati melalui studi pencitraan anak menggunakan computed tomography scan juga menunjukkan kelainan lain dan ensefalopati yang luas, perubahan materi putih, poli-mikrogiria, kista, kelainan struktural dan ensefalopati yang luas. Kelainan lain yang diamati dalam spektrum kelainan neuroimaging / patologis termasuk lissencephaly, pore-encephaly dan schizencephaly. Pada studi gambar resonansi magnetik, pemindaian pencitraan resonansi magnetik tertimbang T2-T1 dari otak yang terinfeksi CMV menunjukkan kelainan materi putih yang mencerminkan respons akut seperti hilangnya lapisan Zona perantara, nekrosis fokal, dan pendarahan. Lebih sering terlihat adalah lesi kronis akibat infeksi, yang meliputi dilatasi ventrikel, atrofi gliosis materi putih, kista parenkim, kista ependymal, kalsifikasi dan malformasi kortikal. Ini telah dikaitkan dengan sejumlah gangguan neuropsikiatri, dari defisit neuropsikologi halus hingga Gangguan Perkembangan Pervasif.

Kami mempelajari pencitraan CT-scan pada anak yang terinfeksi sitomegalovirus dan keterlambatan perkembangan, dengan melakukan penelitian studi potong lintang pencitraan CT-scan anak dengan infeksi CMV yang dilakukan di Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya, serta melakukan analisis dengan menggunakan uji Cochran. Didapatkan hasil sebagai berikut Dari 114 subjek yang diikutsertakan dari tahun 2011-2016, Atrofi hippocampus adalah 26 (22,8%), kalsifikasi intrakranial adalah 20 (17,5%), hipoplasia corpus callosum: 17 ( 14,9%), ventrikulomegali: 12 (10,5%), atrofi serebral: 10 (8,7%), schizencephaly: 8 (7,4%), subdural hygroma: 7 (6,1%), kista temporal: 7 (6,1%), bulbus okuli asimetris: 5 (6,1%) dan perdarahan intracranial: 2 (1,7%). Analisis didapatkan hipoplasia corpus callosum, kalsifikasi intracranial dan atrofi serebral secara signifikan terkait dengan keterlambatan perkembangan global  pada infeksi CMV. Kesimpulan: Hipoplasia corpus callosum, kalsifikasi intrakranial dan atrofi serebral dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan global pada infeksi CMV.

Penulis: Prof. Dr Irwanto,dr SpA(K)

Disarikan dari artikel dengan judul: 淏rain imaging on development delay of children with cytomegalovirus infection yang diterbitkan di Sri Lanka Journal of Child Health, 2022; 51(3): 358-63. Link:  

AKSES CEPAT